[Review] One Piece Odyssey – Saatnya Kembali ke JRPG Klasik

Lintang Ayomi |

One Piece Odyssey Cover

Ketika menggarap One Piece Odyssey, Bandai Namco dan ILCA, selaku pengembang dan publisher game ini, ingin menarik perhatian tak hanya penggemar One Piece, namun juga penggemar JRPG bergaya turn-based. Pasalnya, game bergaya JRPG klasik ala Final Fantasy awal atau Dragon Quest sudah mulai jarang digarap oleh studio-studio besar.

Entah mencari peruntungan atau mengambil risiko ketika memutuskan menghadirkan sebuah game ini. Namun, One Piece Odyssey memiliki daya tarik sendiri, sehingga banyak gamers yang mencoba game ini. Bahkan, secara mengejutkan, di Steam game JRPG yang diangkat dari salah satu anime paling terkenal ini mendapatkan sambutan sangat positif.

Nah, bagi kamu yang penasaran dengan game satu ini, tepat sekali untuk mengunjungi artikel ini. Penasaran dengan game yang diangkat dari anime besutan Eiichiro Oda satu ini? Yuk, simak!

Storyline

One Piece Odyssey Story

Alih-alih membawa cerita yang ada di anime atau manga, One Piece Odyssey justru menghadirkan cerita orisinal. Maka dari itu, penikmat One Piece lama ataupun baru tidak akan bermasalah dengan cerita yang dibawakan oleh game satu ini. One Piece Odyssey memulai cerita dengan terdamparnya Luffy dan kawan-kawannya di suatu pulau terpencil yang diakibatkan seekor monster laut besar yang menyerang mereka.

Ketika dibangunkan oleh Nico Robin, Luffy tersadar bahwa ia kehilangan topi kesayangannya. Selain itu, ia melihat bahwa kapal mereka hancur luluh lantak akibat kejadian sebelumnya. Setelah menemukan bahwa kapal mereka hancur berantakan, Luffy dan kawan-kawan menemukan banyaknya bongkahan es besar yang jatuh dari langit. 

Bongkahan es itu pun membuat Usop penasaran dan menyentuhnya. Alhasil, Usop tersengat listrik yang muncul dari salah satu bongkahan es tersebut. Tak hanya itu saja, anggota bajak laut Luffy ternyata tidak lengkap. Di sana tidak ada Nami, Brook, dan Zoro. 

Lantas, apakah yang akan terjadi pada mereka di pulau aneh tersebut? 

Gameplay

One Piece Odyssey Gameplay

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa One Piece Odyssey mengusung gameplay ala game JRPG klasik. Untuk gamers baru tentu gaya seperti ini sudah agak ketinggalan zaman. Kami pun sebagai gamers generasi milenial yang terbiasa dengan game-game tersebut di konsol generasi PSX dan PS2, menganggap gaya seperti itu sangat enjoyable. Kami bisa mengasumsikan bahwa gaya tersebut cenderung pasif untuk para gamers.

Bagi para gamers angkatan 80an atau 90an, tentu game ini menjadi sebuah angin segar untuk mereka yang merindukan sebuah game turn-based JRPG. Apabila melihat di permukaan, gameplay yang dipamerkan tidak jauh berbeda dengan game-game seperti Dragon Quest, Final Fantasy era awal, dan lainnya. Namun, di dalam game ini, untuk mendukung stats setiap karakter, alih-alih menghadirkan armor, kamu akan menggunakan item-item kecil.

Sebagai game yang diangkat dari sebuah anime, tentu game naungan ILCA dan Bandai Namco ini ingin menunjukkan special move yang ada di setiap karakter. Ini yang menurut kami menjadi nilai plus One Piece Odyssey. Kamu akan melihat jurus-jurus andalan Luffy, Nico Robin, Sanji, Zoro, dan yang lainnya yang biasa kamu lihat di anime atau manga.

Sebagai game JRPG, tidak afdol apabila tidak ada grinding untuk menaikkan level setiap karakter. Untuk grinding, kamu tidak menemukan adanya random encounter alias setiap musuh yang akan kamu lawan bisa kamu lihat. 

Baca Juga : [Review] A Space for the Unbound – Game Lokal Unjuk Gigi Lagi!

Presentasi Visual dan Audio

One Piece Odyssey Graphics

Untuk grafisnya, game One Piece satu ini memiliki presentasi yang sangat baik. Dengan grafis 3D cell shading, kamu bisa merasakan grafis yang hidup dengan gambar anime. Selain itu, game ini juga menghadirkan warna-warna cerah yang membuat kalian tidak bosan menatap game ini.

Tak hanya visualnya yang apik, audionya juga digarap dengan baik. Setiap percakapan yang ada di game ini menggunakan dubber asli dari Jepang. Karena itu, gamers merasa sangat familiar ketika memainkan game ini. 

Kesimpulan

Penggemar JRPG klasik dengan battle system pasti bisa berbahagia dengan kehadiran game yang diangkat dari anime masterpiece satu ini. Selain memiliki battle system yang cukup menghibur, cerita game One Piece ini juga layak untuk diikuti. 

Menurut kami, game ini layak untuk kalian beli dan tamatkan. Bagi kalian yang merasa kurang bagus kemampuan bahasa Inggrisnya, tenang! One Piece Odyssey juga menyediakan subtitle versi Indonesia.