Review Lies of P – Soulslike dengan Karakter Utama Pinocchio

Lintang Ayomi |

Lies of P Cover

Pinocchio kini diangkat menjadi karakter utama dengan cerita lebih gelap di game Lies of P. Setelah bertahun-tahun tidak ada game yang mengangkat salah satu karakter dari dongeng yang ditulis oleh penulis Italia, Carlo Collodi dan dikenal secara luas melalui film Disneynya, developer asal Korea, Neowiz Games membuat sebuah game soulslike yang menjadikan Pinocchio sebagai karakter utamanya. 

Baca juga: [Review] Baldur’s Gate 3: Perubahan yang Signifikan

Sebagaimana yang kita tahu dari beberapa movie atau animasi yang digarap 2 dekade lebih lalu, Pinocchio merupakan sebuah boneka yang dibuat oleh seorang pembuat boneka kayu bernama Geppetto yang di akhir cerita menjadi seorang manusia.

Di game Lies of P, Pinocchio masih menjadi sesosok boneka, namun memiliki penampilan layaknya manusia robot. Karena game ini mengusung style soulslike, Lies of P mendesain Pinocchio menjadi boneka petarung yang mematikan. Lantas, bagaimana cerita awal Pinocchio bisa menjadi sebuah atau seorang boneka mematikan? Pada kesempatan kali ini di section Review ini, Tombol Media akan mengulas Lies of P. Maka dari itu, simak artikel ini hingga akhir!

Storyline Lies of P

Dalam game terbarunya ini, Neowiz sangat ingin memberikan credit kepada Carlo Collodi sebagai pembuat cerita. Namun, cerita Pinocchio di sini dibawakan dengan lebih gelap penuh dengan darah. Cerita dimulai ketika suara yang meminta pertolongan Pinocchio sebagai boneka buatan Geppetto. Sang boneka lelaki tersebut tertidur di kursi di dalam sebuah kereta yang terbengkalai di sebuah kota bernama Krat. 

Lies of P Story

Kota Krat sendiri merupakan sebuah kota di mana para boneka yang dibuat para pembuat boneka memberontak kepada sang pembuatnya. Pemberontakan boneka tersebut memakan banyak korban jiwa terutama manusia di kota Krat tersebut. 

Di kala Pinocchio tertidur, terdengar suara seorang perempuan yang sedang meminta pertolongan. Bersamaan dengan suara tersebut, muncul seekor kupu-kupu menyala berwarna biru yang masuk ke dalam tubuh boneka buatan kakek tua bernama Geppetto dan membangunkannya. Sang suara tersebut mengaku bernama Sophia dan meminta Pinocchio segera menolong ayah dan sekaligus pembuatnya, lantaran hanya Geppetto yang tahu bagaimana menghentikan serangan dari para boneka ini. 

Lantas, bagaimana kelanjutan Pinocchio dalam menghentikan serbuan para boneka yang menyerang kota Krat dan membantai penduduknya? Untuk mengetahui lebih jauh, mainkan game Lies of P.

Gameplay Lies of P

Game garapan developer asal Korea ini secara kental terpengaruh oleh game garapan FromSoftware dengan elemen RPG dan tingkat kesulitan yang terkadang membuat frustrasi pemainnya. Bagi penggemar game Dark Souls dan beberapa game FromSoftware lainnya, tentu saja game-game seperti ini memberikan tantangan lebih alih-alih membuat kesal sendiri karena begitu sulitnya mengalahkan musuh-musuh terutama boss

Di awal permainan, kamu diminta untuk memilih 3 jenis gaya pertarungan, di antaranya Balance, Dexterity, and Strenght. Kemudian, Pinocchio di Lies of P sudah disediakan sebuah pedang sesuai dengan gaya pertarungan yang kamu pilih sebelumnya untuk melawan musuh-musuh yang menghadang tujuannya untuk bertemu Geppetto. Tanpa basa-basi, game ini tidak menampilkan cutscene yang lama, sehingga beberapa menit setelah cutscene kamu dipertemukan oleh beberapa sosok boneka yang nampak seperti polisi.

Lies of P Combat Style

Pengaruh game garapan FromSoftware terutama Bloodborne yang begitu kental dapat kita rasakan di combat mechanism-nya. Tak hanya itu saja, boss battle yang diperlihatkan di game ini juga tidak berbeda jauh dengan game yang mempengaruhi Lies of P ini. Yang menarik dari game yang mengangkat Pinocchio sebagai karakter utamanya ini adalah fitur yang ‘berbohong’ yang menjadi salah satu ciri khas cerita Pinocchio. Apabila di versi kartun atau movie-nya hidung Pinocchio akan memanjang ketika berbohong, di game ini apabila kalian berbohong, kalian akan merasakan perbedaan cerita ketika kalian memilih opsi ‘jujur’. 

Kemudian, pengaruh Bloodborne yang cukup kental di game ini adalah adanya dua senjata yang digunakan di setiap tangan di mana tangan kanan berfungsi untuk menggunakan senjata melee dan tangan kiri sebagai tangan robotic yang dapat diganti-ganti terutama sebagai senjata jarak jauh seperti senapan atau sebagai perisai. Di sini kamu pun bisa melakukan crafting weapon agar senjata yang kamu gunakan semakin kuat. 

Lies of P Gameplay

Presentasi Graphics dan Audio

Kecintaan Neowiz terhadap Bloodborne tak hanya ditunjukkan pada gameplay-nya saja, melainkan juga art style dan graphics-nya. Game ini memiliki presentasi graphics yang menurut kami cukup memukau. Secara fundamental, model, environment, dan animasi di game ini dibantu oleh Unreal Engine 4. Sebagai game yang dirilis di era konsol generasi ke-9, sepertinya Unreal Engine sudah mulai usang. Namun Neowiz dan Round8 Studio mampu menggarapnya dengan baik, sehingga presentasi graphics-nya menjadi cantik. 

Atmosfer yang gelap dengan segala detailnya berhasil ditampilkan di Lies of P. Di samping itu, kamu juga akan menemukan beberapa objek yang dapat dihancurkan yang membuat lingkungan kota Krat semakin hidup. Sayangnya, karena game ini tidak mengusung map yang lebih terbuka, kamu akan menemukan sejumlah tembok tak terlihat, yang tidak memperbolehkanmu menuju tempat yang dihalangi tersebut.

Secara audio, Lies of P juga berhasil membuat game ini semakin hidup. Suasana yang dibangun dengan pengisi suara yang tepat guna membuat ceritanya juga semakin apik. Ditambah lagi, Lies of P juga memberikan soundtrack yang sangat indah.

System Requirements

Minimum

  • OS: Windows 10 version 21H1 (10.0.19043)
  • Processor: AMD Ryzen 5 2600X, Intel Core i7-6800K
  • Memory: 16 GB RAM
  • Graphics: AMD Radeon RX 5700, NVIDIA GeForce 1070 Ti
  • DirectX: Version 12
  • Storage: 60 GB available space 
  • Additional Notes: SSD Required

Recommended

  • OS: Windows 10/11 (64-bit)
  • Processor:  AMD Ryzen 5 3600X, Intel i5-10600K
  • Memory: 16 GB RAM
  • Graphics: AMD Radeon RX 6800 XT, NVIDIA GeForce RTX 2080
  • DirectX: Version 12
  • Storage: 60 GB available space
  • Additional Notes: SSD Required

Kesimpulan

Konsep yang diusung oleh Lies of P sangat kental dengan game-game Soulslike, terutama Bloodborne. Dari palet warna hingga beberapa hal yang ada di lingkungan game-nya. Namun, langkah yang dilakukan oleh sang developer di mana mereka mengangkat cerita klasik dan diberi twist, membuat game bergaya Soulslike ini menjadi semakin menarik tak hanya dari segi gameplay, namun juga cerita. Dengan demikian, Lies of P sangat layak untuk dimainkan olehmu. Bagi yang ingin membeli Lies of P, game ini sudah ada di Steam dengan harga Rp870,000.

—————————————————————————————————————————

Itu dia ulasan tentang game yang terinspirasi dari game Soulslike sebagai gameplay dan cerita karangan Carlo Collodi dari segi story, yakni Lies of P . Bagi kamu yang ingin cari referensi terkait laptop, hp dan membaca artikel terkait review game (konsol, PC, atau mobile), berita game, dan hal-hal menarik seputar game lainnya, kalian bisa terus kunjungi situs, Instagram, Facebook, dan juga Twitter Tombol Media!