[Review] Like A Dragon: Ishin! – Kisah Epic Samurai Era Bakumatsu

Lintang Ayomi |

Like A Dragon Ishin Cover

Karena satu lain hal, nama franchise Yakuza untuk sekarang ini diganti menjadi Like A Dragon. Sebenarnya, sah-sah saja karena judul versi Jepangnya sendiri, Ryu ga Gotoku, memiliki arti Like A Dragon. 

Nah, maka dari itu, seharusnya judul yang diganti sekarang sangat mewakilkan, apalagi mengingat game terbaru dari seri yang digarap Ryu ga Gotoku Studio dan dirilis oleh SEGA ini bukan lagi tentang Yakuza, namun tentang satuan kepolisian era Bakumatsu, Shinsengumi. 

Meski namanya diganti kiprah Like A Dragon sepertinya masih seperti yang dulu. Apalagi Like A Dragon: Ishin! memiliki cerita dan gameplay yang menarik. Lantas, bagaimana secara keseluruhan game terbaru Like A Dragon atau Yakuza ini? Maka dari itu, pada kesempatan kali ini Tombol Media akan membahas game terbaru Ryu ga Gotoku ini. Yuk, simak!

Baca juga: [Review] Octopath Traveler II – Hanya Sedikit Perbedaan

Storyline

Melihat sekilas, karakter game ini mirip sekali dengan Kazuma Kiryu. Namun, sebenarnya karakter ini berbeda. Di Ryu ga Gotoku Ishin! kamu akan memerankan seorang protagonis bernama Sakamoto Ryoma yang bergabung dengan satuan kepolisian rahasia yang dibentuk oleh Bakufu, Shinsengumi. 

Game ini mengambil setting waktu di tahun 1980an di mana detik-detik era Tokugawa atau Edo mengalami keruntuhannya. Keruntuhan era tersebut adalah awal mula kebangkitan era modern Jepang bersama dengan kedatangan bangsa Barat. 

Di saat itu juga impian para imperialis Jepang yang disebut sebagai Ishin Shishi, ingin membangun kembali bangsa Jepang dan menggulingkan kekaisaran. 

Di tahun 1866, karakter utama kita, Sakamoto Ryoma kembali ke kampung halamannya, Tosa setelah latihan pedang di Edo. Kepulangannya ternyata membuat ayahnya, Yoshida Toyo meminta bantuan Ryoma untuk menjalankan cita-citanya meruntuhkan kelas sosial yang ada di Tosa. Bersama dengan saudaranya, Takechi Hanpeita, Ryoma dan Toyo merencanakan tujuannya untuk bernegosiasi dengan menteri daerah Tosa. 

Like A Dragon: Ishin! Story

Sayangnya, rencana tersebut digagalkan oleh seorang pembunuh yang meninggalkan luka mematikan pada Toyo. Alhasil, alih-alih pembunuh pembunuh tersebut tumbang, Ryoma malah dituduh membunuh ayah angkatnya tersebut. Namun, Ryoma tidak semudah itu menyerahkan diri. Ia melarikan diri dan tinggal di sebuah daerah bernama Kyo. 

Tak hanya itu, ia menyembunyikan identitas lamanya dengan menyamar menjadi seseorang bernama Saito Hajime. Di tempat tinggal barunya tersebut, Ryoma mendapatkan informasi bahwa pembunuh ayah angkatnya adalah anggota polisi rahasia bernama Shinsengumi. Demi balas dendamnya tersebut, Sakamoto Ryoma akhirnya bergabung dengan Shinsengumi.

Gameplay

Di seri terakhir Ryu ga Gotoku, mekanisme gameplay dirombak secara signifikan. Berbeda dengan game-game awalnya, Yakuza Like A Dragon mengusung mekanisme gameplay turn-based RPG layaknya game-game klasik seperti Dragon Quest atau Final Fantasy. Di sini, kamu tidak akan menemukan lagi gaya permainan seperti itu. 

Like A Dragon: Ishin! Battle

Bagi kamu yang lebih suka gaya permainan yang lebih aktif, game ini sangat cocok untukmu. Combat system-nya tidak rumit, namun cukup menantang. Dengan demikian, kamu tidak akan merasa bosan atau frustrasi.

Ryu ga Gotoku Ishin! mengembalikan roh awalnya. Gamers yang sudah terbiasa dengan seri Yakuza 6 ke bawah akan sangat mudah memainkan game ini. karena latar belakangnya adalah zaman pra-modern Jepang, Like A Dragon: Ishin membawa suasana Jepang era tersebut. 

Like A Dragon: Ishin! Mini Game

Sama seperti pendahulunya yang penuh dengan mini game, kamu juga akan menemukan banyak mini game menarik, namun tentu yang sesuai dengan zamannya. Di sini kamu tidak akan menemukan mini game seperti arcade game, balapan mini 4WD atau go-kart dan pachinko, melainkan mini game seperti memancing, memasak, lomba ayam, membuat makanan, hingga lempar dadu. 

Presentasi Visual dan Audio

Secara kualitas grafis, Like A Dragon: Ishin! memberikan presentasi yang cukup pas untuk kami. Meski tidak sebombastis game-game seperti Red Dead Redemption 2 atau Cyberpunk 2077, kualitas grafis Ryu ga Gotoku Ishin! masih tetap enak dipandang. Akan tetapi, di dalam gamenya ini, Ryu ga Gotoku Studio tidak menggunakan Dragon Engine yang biasa mereka gunakan untuk game-game Yakuza sebelumnya, melainkan Unreal Engine 4. 

Ryu ga Gotoku Ishin! Graphics

Keputusan untuk menggunakan Unreal Engine 4 dibandingkan Dragon Engine, ternyata tidak salah, mengingat engine tersebut sudah cukup usang. Tanpa mengurangi rasa hormat pada Dragon Engine, menggarap Ryu ga Gotoku Ishin! dengan Unreal Engine ternyata mampu membuat game ini menjadi hidup.

Coba saja kamu mengelilingi daerah Kyo. Di sana kamu bisa menemukan detail-detail apik mulai dari kehidupan masyarakatnya yang dinamis, dan juga detail-detail kecil di jalanan seperti genangan air. Di samping itu, wajah setiap karakter juga nampak sangat realistis. Ketika dilihat dari dekat, kamu akan melihat pori-pori di wajah masing-masing karakter.

Ryu ga Gotoku Ishin! Graphics Details

Namun, sayangnya dibalik keindahan tersebut masih ada beberapa hal yang sedikit mengganggu. Tentu saja game dengan kapasitas besar ini agak sulit terhindar dari bug. Terkadang kamu bisa melihat gerakan mulut yang kurang sinkron atau ekspresi yang agak sedikit aneh.

Kesimpulan

Syukurnya, pergantian judul (versi Inggris) dan setting waktu tidak membuat Like A Dragon: Ishin! menurun kualitasnya. Bagi kamu yang agak kecewa dengan Yakuza 7, mungkin kamu bisa mencoba game satu ini, karena gameplaynya tidak berbeda jauh. Selain itu, battle system yang diusung sangatlah fun. Kamu bisa menggunakan pedang ataupun pistol. 

Bagi kami, game ini memiliki elemen-elemen yang lengkap, mulai dari cerita epik yang dibalut dengan komedi, gameplay yang seru, dan juga grafis yang nyaman dipandang mata.