[Review] Octopath Traveler II – Hanya Sedikit Perbedaan

Lintang Ayomi |

Review Octopath Traveler II Cover

Bagi penggemar JRPG, kedatangan Octopath Traveler II sangat memberi angin segar untuk mereka di tengah gempuran game-game RPG dengan gaya yang lebih action. Tak hanya itu saja, Octopath Traveler II menghadirkan tampilan yang sama dengan pendahulunya. Memang, gaya pixelated layaknya buah durian, ada yang suka dan ada yang tidak.

Akan tetapi, kehadiran game seperti ini membawa gamers ke dunia 2D pixelated ala SNES, namun dengan teknologi terkini, sehingga feel modernnya tetap terasa. Pada kesempatan kali ini, Tombol Media akan membahas salah satu game turn-based JRPG dari Square Enix ini. Yuk, simak!

Baca juga: Rekomendasi 7 Game RPG PC Terbaik dengan Gameplay Keren!

Storyline

Meski ini seri kedua dari Octopath Traveler, secara cerita game ini berbeda dengan pendahulunya. Dengan demikian, kamu tidak perlu memainkan game pertamanya dulu untuk memainkan game keduanya. 

Octopath Traveler II Storyline

Apabila kamu sadari, nama octopath ini merepresentasikan jumlah karakter yang ada di game ini, yakni 8 karakter. Delapan karakter yang di antaranya terdiri dari Hikari, Agnea, Partitio, Throne, Osvald, dan Ochette, memiliki latar belakang dan tujuannya masing-masing. Hal tersebut yang membuat game ini memiliki cerita yang menarik untuk diikuti. 

8 Karakter Octopath Traveler II

Octopath Traveler II Characters
  1. Hikari: Hikari Ku merupakan salah satu dari 8 karakter Octopath Traveler II yang bisa kamu pilih. Ia adalah seorang pangeran muda baik hati dari sebuah negeri bernama Hinoeuma. Sifatnya sangat berbanding terbalik dengan karakter klan Ku di mana mereka sangat ambisius dan ganas, begitu juga kakaknya. Karena Hikari memiliki sifat cinta damai, ia ingin menghentikan ambisi kakaknya dengan mengumpulkan orang-orang agar membantunya. 
  2. Ochete: seorang pemburu atau Hunter yang tinggal bersama hewan-hewan yang menjadi temannya di sebuah daerah bernama Toto’haha. Akan tetapi, tempatnya tinggal mengalami bencana yang dikenal sebagai “Night of the Scarlet Moon”. Karena bencana tersebut, Ochete mencari bantuan meski harus mengarungi lautan.
  3. Throne: Throne adalah anggota dari komplotan pencuri dan pembunuh bernama Blacksnakes. Meski ia adalah anggota paling berbakat di komplotan tersebut, Ia tidak suka melakukan pekerjaannya. Karena itu, Throne ingin memutus rantai dirinya dengan komplotan tersebut.
  4. Osvald: Osvald adalah seorang akademisi cerdas yang dituduh membunuh keluarganya. Setelah berada di penjara selama 5 tahun, ia mempelajari bagaimana lari dari penjara. 
  5. Partitio: Partitio adalah seorang pedagang yang ingin menyebarkan kesejahteraan di seluruh penjuru Solistia.
  6. Temenos: Temenos adalah seorang cleric yang justru mempertanyakan misteri dan kepercayaannya sendiri.
  7. Castti: Ia terdampar dari sebuah kapal kecil. Kecelakaan yang ia alami ternyata membuat Castti tidak mengingat memori apapun.
  8. Agnea: Agnea adalah seorang penari yang terobsesi ingin menjadi bintang. Ia ingin menjelajahi dunia untuk mengikuti langkah ibunya sebagai idola.

Gameplay

Seri kedua dari Octopath Traveler ini tetap mengusung genre turn-based JRPG seperti pendahulunya. Dari segi battle system juga tak ada banyak perbedaan. Yang membedakan combat Octopath Traveler II dengan seri pertamanya adalah mekanisme Latent Power. Fitur ini pada dasarnya mirip dengan Limit Break-nya Final Fantasy. 

Octopath Traveler II Combat System

Setiap karakter memiliki Latent Power yang berbeda-beda. Untuk mengaktifkannya, kamu harus mengisi penuh meter Latent Power selama pertarungan berlangsung. Apabila sudah gauge-nya sudah penuh. Karakter-karakter ini bisa mengeluarkan special move.

Tidak seperti beberapa game JRPG yang lebih modern, di game ini kamu masih menemukan random encounter. Metode ini tidak disenangi oleh beberapa gamers. Pasalnya, hal ini terkadang membuat jenuh gamers yang sedang malas grinding. Tapi, di akhir permainan, kamu masih bisa mengurangi kadar random encounter ini. 

Gameplay

Selain mekanisme Latent Power, yang membedakan seri keduanya ini adalah fitur siang dan malam. Hebatnya, fitur ini bukan hanya sekedar kosmetik. Fitur ini memiliki pengaruh karakter dengan setiap NPC di sekitarnya. 

Presentasi Grafis dan Audio

Grafis adalah hal yang menjadi daya tarik Octopath Traveler II. Alih-alih menyajikan visual 3D realistis kekinian, game keluaran Square Enix ini menampilkan grafis dengan gaya 2D-pixelated seperti game-game 16bit. Kendati visualnya seperti itu, kamu tetap merasakan atmosfer modern dari game ini. 

Graphics

Setiap lingkungan dan efek di game ini sangat apik dan enak dilihat. Pencahayaan yang ada juga membuatnya menjadi lebih hidup. Ditambah lagi dubbing dan musik yang bagus yang membuat game ini semakin seru diikuti ceritanya. 

Musik Octopath Traveler II digarap oleh seorang komposer handal bernama Yasunori Nishiki. Pengalamannya menggarap beberapa game besar seperti Kingdom Hearts III, Final Fantasy VII Remake, dan beberapa game lain, membuat musik di Octopath Traveler II menjadi sangat megah. 

Kesimpulan

Pada dasarnya, Octopath Traveler II merupakan game JRPG turn-based yang secara gameplay tidak banyak perbedaan dengan game sejenisnya. Namun, untuk para gamers veteran yang rindu akan game-game seperti ini dengan kualitas keren, sekuel Octopath Traveler II tentu harus dimainkan. Dengan art, cerita dan musik yang indah, game JRPG satu ini memang layak mendapatkan apresiasi tinggi.