Road Rash: Game Balap Motor Ugal-ugalan dengan Baku Hantam

Lintang Ayomi |

Road Rash History

Bagi generasi milenial dan generasi di atasnya, Road Rash adalah salah satu game yang mewarnai akhir pekan mereka. Game besutan yang dirilis oleh Electronic Arts atau yang kita kenal sekarang sebagai EA ini membawakan tema yang cukup berbeda dan fenomenal di eranya. Di kala banyak game balapan yang membawa tema balapan legal, Road Rash justru mengusung balapan liar nan rusuh. 

Di dalam game ini, untuk mengalahkan musuh, kamu bisa menghalalkan segala cara, salah satunya adalah menyerang mereka. Nah, pada kesempatan kali ini, Tombol Media akan membahas Road Rash. Mau tahu pembahasannya? Yuk, simak!

Baca juga: Kamu Tahu 5 Game PS1 Keren Ini? Yuk, Nostalgia di Sini!

Sejarah Game Road Rash

Road Rash (1991)

Road Rash (1991)

Di prekuelnya ini, kamu akan berkompetisi melalui balapan ilegal di sekitaran California, Amerika Serikat. Sebagaimana game balapan lain, agar mendapatkan hadiah terbesar, kamu harus menjadi urutan pertama yang mencapai garis finish. Di setiap balapan, kamu akan menghadapi 14 orang pesaing. Untuk gameplay-nya game ini hanya mengusung mode single player (meski ada mode multiplayer, tapi dimainkan secara bergantian). 

Seperti yang dijelaskan bahwa Road Rash berbeda dengan game balap kebanyakan, game ini membolehkan kita melakukan apapun demi memenangkan lomba balap. Di game ini kamu bisa menghajar lawanmu bahkan melindasnya ketika mereka jatuh tersungkur dari motornya. Namun, karena balapan yang diadakan ilegal, tentu ada penghalang dalam memenangkan perlombaan, yakni polisi yang akan mengejarmu dan lawan-lawanmu. 

Debut pertama game Road Rash ini dirilis di konsol Sega Genesis atau Mega Drive pada tahun 1991. Game ini adalah salah satu game pertama di mana EA mengambil keputusan untuk membuat game yang dikerjakan di studio internal mereka, di mana mereka sebelumnya menggunakan studio outsource yang berfokus pada pengembangan game-game PC yang diakibatkan resesi besar-besaran di industri game di tahun 1983.

Kendati demikian, EA tetap berstrategi untuk menembus pasar konsol kembali dengan menggarap game-game balap dan juga olahraga. Pengembangan game olahraga dan balapan ini dimulai dari sebuah game berjudul Mario Andetti Racing yang dirilis di NES (Nintendo Entertainment System). Dalam projek tersebut, EA merekrut seorang programmer bernama Dan Geisler dan technical director bernama Carl Mey yang baru di-PHK oleh sebuah studio bernama Epyx. 

Di sini juga, Mey merancang sebuah teknik dalam pengembangan game bernama banker road effect. Namun, meski konsol NES sudah mampu untuk mendukung efek road-scalling pada game-game balapan, namun untuk banker road effect, konsol tersebut belum mampu. Kemudian seorang desainer dan produser yang dulu pernah tergabung dalam proyek Indianapolis 500: The Simulation, memberikan saran untuk merancang sebuah game balap motor dengan nama Road Rash on Mulholland Drive yang kemudian konsep ini mereka tawarkan pada EA.

Judul game tersebut akhirnya dipersingkat menjadi Road Rash dan yang awalnya digarap untuk NES, lalu game ini ditujukan untuk Sega Genesis yang mana memiliki spesifikasi yang lebih powerful dan mendukung efek tersebut. Geisler menyatakan bahwa teknologi yang dimiliki oleh Sega Genesis mampu menciptakan 802 mili jalan raya unik yang bisa secara akurat meniru jalan di daerah California. 

Perancangan teknik efek jalanan yang ada di game ini dikembangkan selama enam bulan. Kemudian, untuk rendering teknologi 3D-nya, game ini mengadaptasi game Blockout versi Sega Genesis. 

Road Rash Blockout

Setelah peluncurannya di tahun 1991, Road Rash ternyata mendapat sambutan yang meriah oleh para gamers dan media-media. Bahkan, salah satu majalah game, GamePro tidak ragu untuk memberikan skor sempurna untuk game ini. 

Road Rash II (1992)

Road Rash II

Setelah kesuksesannya di prekuelnya, EA kembali merilis sekuel Road Rash tepat setahun setelahnya di konsol Sega Genesis/Mega Drive. Di sini EA memasang deadline pada Natal tahun 1992. Pengerjaan sekuel game ini tetap digarap oleh tim yang mengerjakan game sebelumnya.

Di sini, Breen, selaku produser dan desainer ingin memperluas lagi cakupan wilayah di game-nya ini. Alih-alih hanya kebut-kebutan di wilayah California, pada sekuelnya ini ia ingin pemain bisa mengeksplorasi wilayah lain selain California. Selain itu, game ini juga mengenalkan banyak fitur baru, di antaranya adalah rantai sebagai senjata dan juga cutscene untuk menjelaskan jalan cerita di dalam game. 

Ditambah lagi, AI (artificial intelligence) di setiap lawan-lawanmu menjadi lebih meningkat dan lebih tak bisa ditebak dan juga polisi yang bisa dihantam dan menghantam balik. Sayangnya, karena keterbatasan dari hardware Sega Genesis, rencana di mana adanya kondisi cuaca yang dinamis dan motor besar seperti Harley Davidson, belum bisa eksis di game ini. 

Road Rash 3

Road Rash 3

Ternyata, perilisan sekuelnya juga mendapatkan penerimaan yang begitu baik dari gamers seantero jagat. Karena itu, EA kembali merilis seri ketiga dari game balap ilegal jagoannya. Selama penggarapan Road Rash II, programmer dan pembuat game balapan ini, Dan Geisler berencana untuk keluar dari EA dan menerima tawaran dari Crystal Dynamics. 

Keinginan tersebut tentu ada alasannya. Geisler merasa selama mengerjakan kedua game balap ilegal ini pertama tidak diapresiasi secara layak. Selain itu, ia juga merasa bahwa teknologi yang dimiliki oleh Genesis harus di-push sedemikian rupa. Namun, ketika bertemu dengan Vice President Marketing dari EA, Bing Gordon, Geisler menawarkan konsep dan ide Road Rash 3 di mana di waktu itu ia merasa frustasi ketika mengerjakan game Michael Jordan: Chaos in the Windy City. 

Pengerjaan seri ketiga ini dimulai pada bulan Maret 1994. Game ini juga dikembangkan bersama versi Road Rash yang digarap oleh 3DO. Dan akhirnya, seri ketiganya dirilis setahun setelahnya, tepatnya para Maret 1994 dan menjadi seri terakhir di Sega Genesis.

Road Rash (Untuk PSX (1994))

Road Rash PSX

Tak hanya untuk Sega Genesis saja, Road Rash juga dirilis di konsol yang baru saja lahir, yakni PlayStation. PlayStation bisa dikatakan memiliki teknologi yang jauh lebih powerful dibandingkan dengan Sega Genesis. Alhasil, secara grafis Road Rash untuk PSX memiliki kualitas grafis yang lebih baik. 

Untuk versi PSX ini, EA kini sudah lepas tangan dalam pengembangannya. Alih-alih dengan studio internal, mereka kembali melepasnya ke studio lain, yakni 3DO Interactive Multiplayer. Meski game ini dirilis sebelum Road Rash 3, versi PSX ini memiliki fitur yang lebih banyak seperti cutscene seperti film, warna jaket pembalap yang lebih beragam (di mana di versi Genesis hanya player 1 saja yang jaketnya berbeda), pemilihan karakter lengkap dengan kelebihan serta kekurangannya, dan juga cutscene 3D ketika membeli motor. 

Sebagai debut game Road Rash di PlayStation, ternyata versi ini mendapatkan animo yang begitu baik. Bahkan, game ini menjadi game 3DO dengan penjualan tertinggi. 

Road Rash 3D (1998)

Road Rash 3D

Memasuki era 3D, EA tidak ingin ketinggalan untuk menggarap Road Rash dengan kualitas grafis yang lebih relevan di masa itu dengan nama Road Rash 3D. Dalam proyeknya ini, EA kembali menggarap game Road Rash di studio internal mereka. Namun, di sini tak ada lagi nama-nama lama dalam penggarapan game ini. 

Selain itu, game ini juga mengejawantahkan apa yang dulu dicita-citakan oleh sang kreator awal dengan memunculkan motor besar seperti Harley Davidson. Ditambah lagi, lagu-lagu yang ada di dalam game ini juga sudah menggunakan lagu-lagu dari musisi-musisi asli seperti Soundgarden, Sugar Ray, Kid Rock, CIV, dan masih banyak yang lainnya. 

Road Rash 64 (1999)

Road Rash 64

Di era kejayaan PlayStation pertama, Nintendo juga turut meramaikan dengan Nintendo 64-nya. Tentu saja, di konsol ini ada Road Rash juga. Akan tetapi, EA tidak lagi bertanggung jawab di versi ini. Di sini, THQ yang mengambil alih perilisan. Sementara itu, untuk pengembangannya dipegang oleh Pacific Coast Power and Light. 

Road Rash Jailbreak (2000)

Road Rash Jailbreak

Road Rash Jailbreak merupakan seri penutup dari seri game balap liar dengan baku hantam ini. Game ini kembali diambil alih oleh EA melalui studionya bernama EA Redwood Shores yang sekarang menjadi Visceral Games (studio yang merilis trilogi Dead Space, Dante’s Inferno, The Godfather II, The Sims 3: Ambitions, dan masih banyak lagi).

Secara konsep dan ide, Jailbreak masih mengusung konsep dan ide yang sama. Sayangnya, Jailbreak tidak mendapatkan sambutan yang begitu baik. Penilaian dari berbagai media pun juga memasukkan Jailbreak ke kategori game average

Kesimpulan

Kemunculan game balapan ugal-ugalan ini tentu memberikan warna tersendiri di industri game. Selain itu, game ini juga memberikan jejak tersendiri bagi sejarah industri game mancanegara. Sayangnya, game terakhirnya tidak begitu baik sambutannya, dan mungkin itu yang membuat EA tidak ingin melanjutkan seri ini. 

Road Redemption

Namun, sebuah developer indie membuat cloning-an dengan nama Road Redemption yang dirilis pada tahun 2017. Secara mengejutkan game tersebut diterima sangat baik oleh para gamers. Di Steam saja mendapatkan rating Very Positive. Bagi kamu yang ingin mencoba game tersebut, kamu bisa membeli dengan merogoh kocek sebesar Rp108,000. Murah bukan?

—————————————————————————————————————————

Itu dia ulasan tentang salah satu game balap dengan konsep yang berbeda dari game balap lain, yakni Road Rash. Bagi kamu yang ingin membaca artikel terkait review game (konsol, PC, atau mobile), berita game, dan hal-hal menarik seputar game lainnya, kalian bisa terus kunjungi situs, Instagram, Facebook, dan juga Twitter Tombol Media!