Xenogears: Proyek Ambisius dengan Cerita yang Filosofis

Lintang Ayomi |

Xenogears Cover

Selain Final Fantasy, ada salah satu game legendaris bernama Xenogears yang bagi gamers angkatan lama penggemar JRPG mengenal game tersebut sebagai game RPG fenomenal dan revolusioner. Meski secara gameplay masih mengusung gaya turn-based, game satu ini mampu memberikan kebaruan dari sebuah game RPG pada masa itu. 

Pasalnya, banyak game JRPG bermunculan, namun belum ada yang membawa tema atau topik seberat game legendaris besutan Squaresoft (sekarang Square Enix) tersebut. Berbeda dengan game kebanyakan, game ini juga membawa elemen mecha di dalamnya. Alhasil, game ini menjadi game yang berbeda pada masa itu.

Lantas, bagaimana Xenogears bisa begitu fenomenal? Pada kesempatan kali ini, Tombol Media akan membahas game JRPG bernama Xenogears yang sangat terkenal dan legendaris di kalangan gamers. Penasaran bagaimana cerita dibalik pengembangan dan plot ceritanya? Yuk, simak artikel berikut!

Baca juga: Kamu Tahu 5 Game PS1 Keren Ini? Yuk, Nostalgia di Sini!

Plot Cerita Xenogears

Pada tahun 2001 A.D. (Anno Domini) sebuah objek misterius dengan pusaran magnet yang begitu besar bernama Zohar ditemukan di sebuah misi penggalian. Tak ada yang bisa menebak asal dari objek misterius bernama Zohar tersebut. Ternyata keberadaan Zohar di dalam bumi adalah selama 4,5 miliar tahun lamanya. Tak hanya di dalam bumi, Zohar juga sudah berada di luar angkasa selama 15 tahun. Lalu, tanpa mengetahui apa itu Zohar, akhirnya objek tersebut disimpan. 

Xenogears Zohan

Kemudian, setelah 500 tahun kemudian tepatnya di tahun 2510 A.D. manusia sepakat untuk bermigrasi ke luar angkasa akibat bumi telah mengalami bencana dahsyat. Kepergian manusia dari bumi menandakan sebuah era baru dari A.D. (Anno Domini) menjadi T.C. (Transcend Christ). Sekitar tahun 250 T.C. manusia berhasil melakukan pendaratan ke sebuah planet yang bisa ditinggali yang mereka namakan Neo Jerusalem.

Setelah bertahun-tahun, manusia melanjutkan kolonisasi ke planet selanjutnya dan membuat sebuah pemerintahan bernama Milky Way federation. Di tahun 4743, penghuni Neo Jerusalem menemukan artefak religius yang ditengarai dimiliki oleh sebuah sekte. Artefak tersebut yang dikenal sebagai Zohar. Berkat teknologi yang diciptakan manusia, sebuah benda bernama Zohar ini bisa ditemukan.

Zohar ini sendiri menyimpan energi yang tidak terbatas di mana energi tersebut hanya bisa dibandingkan dengan zat yang mampu memproduksi big bang. Namun, ketika Milky Way Federation menemukan bahwa Zohar memiliki energi yang begitu besar, mereka menggunakan hal tersebut untuk kebutuhan militer. 

Demi menciptakan pertikaian antar planet yang dibawahi Milky Way Federation, pemerintah galaksi tersebut mulai membuat sebuah proyek bernama Project Zohar. Proyek ini melibatkan pembuatan senjata yang ditenagai oleh sumber energi tak terbatas yang dimiliki oleh Zohar yang mampu menghancurkan planet. Senjata tersebut dinamakan Deus. Senjata bernama Deus tersebut membutuhkan waktu selama 23 tahun agar bisa digunakan. 3 bulan setelah mencapai tahap di mana senjata ini bisa digunakan, Deus mulai liar dan menginvasi setiap koloni manusia. Akhirnya invasi tersebut memakan banyak korban. 

Cerita Xenogears dimulai dari sang Deus bangun dan menguasai sebuah pesawat raksasa bernama Eldridge. Untuk mencegah Deus yang ingin menguasai pesawat tersebut, para pilot Eldridge melakukan segala cara, namun sia-sia. Pada masa kekacauan tersebut, seorang bocah laki-laki bernama Abel tak sengaja mendatangi Zohar dan merasakan aura kesucian yang dipancarkannya. 

Zohar pun mampu merasakan apa yang ada di dalam benak dari sang bocah tersebut, yakni menginginkan sesosok ibu. Ketika menerawang apa yang diinginkan dari Abel, melalui komputer Kadomony yang menggunakan sebuah protokol bernama Persona di mana protokol tersebut menghasilkan seorang perempuan yang ditugasi menjadi ibu dari Abel. Perempuan tersebut bernama Elehayym. 

Xenogears Kadomony

Ternyata, kemunculan Elehayym ini, bersamaan dengan hancurnya pesawat besar bernama Eldridge tersebut yang disebabkan oleh kontaminasi Deus yang ada pada komputer pesawat tersebut.

Xenogears Elhayym

Sayangnya, banyak orang yang tak terselamatkan dari bencana tersebut. Di antara awak kapal yang tewas, hanya dua orang yang bertahan hidup, yakni sang bocah laki-laki bernama Abel tadi dan seorang perempuan bernama Myyah (seorang perempuan yang memiliki perawakan seperti Elehayym, namun memiliki rambut berwarna ungu).

Xenogears Myyah

Sebelum kehancuran pesawat luar angkasa raksasa tersebut, sebuah protokol bernama System Hawwa diaktifkan dan menyebabkan Elehayym berubah menjadi Myyah. Setelah kehancuran pesawat tersebut, Myyah mengembalikan kondisi Kedonomy untuk melahirkan manusia pertama yang akan meninggalkan planet yang belum ada kehidupan di tempat ia terdampar. 

Ada 13 manusia dari peristiwa tersebut, salah satunya adalah Cain, yang nanti menjadi seorang penguasa dari planet tersebut. Ke-13 sosok tersebut membuat sebuah organisasi bernama Gazelle Ministry. 

Karakter utama dari game ini, Fei akhirnya eksis setelah 10,000 tahun setelah Myyah menurunkan ras manusia di planet tersebut. Meski Myyah dilahirkan melalui sebuah program yang berhubungan dengan Deus, tujuannya sangat bersangkutan dengan kelahiran kembali sang Deus. 

Xenogears Fei

Agar Deus lahir kembali dan menjadi sebuah senjata terhebat, Deus membutuhkan beberapa komponen yang di antaranya adalah tubuh manusia (ia harus mengumpulkan jutaan tubuh manusia dan dijadikan satu). Tubuh manusia tersebut hanya bisa menjadi bahan agar Deus kembali adalah dengan cara manusia harus berada pada titik tertinggi evolusinya. 

Selain itu, Deus juga membutuhkan komponen-komponen dari komputer Kadomony yang menciptakan manusia. Komponen-komponen tersebut adalah Persona, Animus (komponen maskulin), dan Anima (komponen feminin). 

Komponen bernama Animus tersebut bertransformasi menjadi sosok Cain dan 12 anggota lain dari Gazelle Ministry. Di sini sang protagonis, Fang harus menghentikan kelahiran kembali Sang Deus. Lantas, apakah Fei bersama dengan teman-teman yang menemani perjalanannya bisa menghentikan kelahiran kembali Sang Deus?

Xenogears dengan Teori Psikoanalisis

Cerita yang dibawakan Xenogears tentu terinspirasi dari banyak hal, salah satunya adalah teori Psikoanalisis. Teori Psikoanalisis ini diformulasikan pertama kali oleh seorang Psikolog bernama Sigmund Freud ketika ia di Vienna pada tahun 1890an. Ketika memformulasikan teori ini, Freud mencoba mencari perawatan yang efektif untuk pasien dengan gejala neurotik dan histeris. 

Selain itu, Freud juga dikenal dengan konsep Oedipal Complex yang merupakan suatu tingkatan pada kesadaran manusia di mana menurut Freud anak-anak (terutama anak laki-laki) memiliki hasrat kepada ibunya. Alhasil, mereka melihat ayahnya sebagai rival. Hal ini bisa diatasi ketika anak-anak tersebut mampu menangani hasrat dan perasaan tersebut dengan cara melihat ayahnya sebagai role model.

Lalu, konsep Freud yang cukup terkenal adalah konsep pembagian kepribadian seseorang yang dibagi tiga, di antaranya id (kepribadian naluriah dan primitif), ego (kepribadian akan kesadaran seorang individu), superego (yang berhubungan dengan moralitas dan ‘hati nurani’)


Konsep psikoanalisis Freud mewarisi dan dikritisi oleh penerus teori tersebut, yakni Carl Jung dan Jacques Lacan. Lantas, bagaimana teori psikoanalisis ini memengaruhi Xenogears? Dalam game JRPG besutan Square yang dirilis lebih dari 2 dekade ini, teori psikoanalisis yang diusung adalah apa yang dirumuskan oleh Jacques Lacan melalui konsepnya, yakni konsep Mirror Stage

Menurut Jacques Lacan, konsep Mirror Stage ini merupakan fungsi formatif dari “I” atau ego dalam pengalaman psikoanalisis. Hal ini membentuk pengalaman visual dan emosional seseorang. Di sini kakek moyang Fei yang juga bernama Lacan merupakan pengalaman visual yang berhubungan dengan kehendaknya dan juga emosinya. 


Penggambaran teori Psikoanalisis ini juga dihadirkan melalui sang karakter utamanya sendiri. Fei Fong Wong adalah Abel, seorang anak yang mencintai ibunya Elehayym seperti yang dijelaskan pada bab storyline. Di sini terjadi Oedipal Complex di mana Fei Fong Wong mencintai karakter Elle Van Houten yang merupakan Elehayym itu sendiri.

Cerita dibelakang Xenogears

Sekitar seperempat abad lalu, seorang game desainer bernama Tetsuya Takahashi bersama dengan tim-nya beserta Squaresoft (yang sekarang menjadi Square Enix) merilis sebuah game yang dilahirkan dari sebuah ambisi dan obsesinya akan sebuah game RPG dengan cerita berbeda, yakni Xenogears. Takahashi sendiri sebelumnya adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas kesuksesan Final Fantasy VI dan juga Chrono Trigger. 

Xenogears Tetsuya Takahashi

Pada awalnya, konsep Xenogears merupakan konsep yang ia tawarkan pada Square sebagai premis dari Final Fantasy VII. Sayangnya, Square menolak tawaran tersebut karena konsep yang diusung terlalu gelap. Akhirnya, Xenogears memisahkan diri dari proyek Square lain yang dirilis untuk PlayStation. 

Proyek garapan Takahashi ini jauh dari standar game-game RPG atau game PSX lainnya yang hadir dengan pre-rendered background dengan cut-scene dengan CGI seperti yang dilakukan oleh Final Fantasy. Alih-alih mengambil langkah tersebut, Takahashi lebih memilih cutscene dengan cuplikan seperti film anime. 

Tak hanya itu saja, perbedaan yang ditawarkan oleh Xenogears juga signifikan. Pada game-game PlayStation, terutama game RPG, biasanya menggunakan dunia yang statis. Sebaliknya, Xenogears memungkinkan pemainnya bisa mengubah kamera. Selain itu, grafisnya menggabungkan antara 2D hand-drawn sprite dengan latar belakang 3D. 

Xenogears Gameplay

Selain artstyle-nya, yang mencirikan Xenogears adalah pengaruh dari anime-anime mecha seperti Gundam dan Neon Genesis Evangelion. Ditambah lagi, narasi yang dibawakan tidak seperti cerita game-game RPG konvensional di mana cerita tentang pertarungan si jahat dan si baik. Di Xenogears, dunia terkesan abu-abu. Bahkan, antagonis utama juga tidak bisa dianggap sebagai orang jahat.

Contohnya adalah sang Deus yang merupakan senjata super yang menghancurkan bumi dan menciptakan manusia untuk memenuhi misinya. Di sini, kita tidak bisa secara singkat memutuskan bahwa Deus adalah entitas yang jahat. Pasalnya, ia juga yang membuat ras manusia eksis. 

Membangun Monolith Soft dan Melanjutkan Seri Xeno

Setelah sukses dengan Xenogears, di bulan Oktober 1999, Tetsuya Takahashi memutuskan untuk membangun studionya sendiri bersama rekan-rekannya, salah satunya Hirode Sugiura. Studio yang ia bangun bernama Monolith Software atau disebut sebagai Monolith Soft. Studio ini ia bangun karena ia merasa Squaresoft sudah mulai berfokus pada seri Final Fantasy dan sangat tidak mungkin untuk melanjutkan game kelanjutan Xenogears di perusahaan tersebut. 

Xenogears Monolith Soft

Di tahun 2000, akhirnya menggarap proyek pertamanya, yakni Xenosaga Episode I yang diluncurkan untuk PS2. Di tahun penggarapan proyek pertamanya tersebut, Monolith diakuisisi oleh Namco. Seri Xeno yang direncanakan sebagai seri heksalogi (6 seri). 

Kemudian, di tahun 2006 Monolith Soft akhirnya meluncurkan seri Xenosaga yang ketika. Setahun setelahnya perusahaan yang didirikan oleh Takahashi dan kawan-kawannya ini dibeli oleh Nintendo. Di sinilah, game Xenoblade lahir dan masih menjadi salah satu game JRPG modern paling favorit. 

Kesimpulan

Melihat kiprahnya di Final Fantasy VI dan Chrono Trigger, tidak perlu diragukan lagi bahwa sang kreator di belakang game Xenogears mampu menyajikan game yang memiliki cerita yang dalam dan berbeda dari game RPG kebanyakan pada waktu itu. Bahkan hingga sekarang, Xenogears masih menjadi salah satu game JRPG yang harus dimainkan. 

—————————————————————————————————————————

Itu dia pembahasan tentang salah satu game RPG legendaris dan terbaik sepanjang masa bernama Xenogears. Bagi kamu yang ingin membaca artikel terkait review game (konsol, PC, atau mobile), berita game, dan hal-hal menarik seputar game lainnya, kalian bisa terus kunjungi situs, Instagram, Facebook, dan juga Twitter Tombol Media!