Epic Memberikan Penawaran Menarik Untuk Para Developer Game

Lintang Ayomi |

Epic Memberikan Penawaran Menarik Untuk Para Developer Game

Epic memberikan penawaran menarik untuk para developer yang membawa game lama mereka. Epic Games Store bisa dikatakan platform penjualan game digital yang secara pamor masih di bawah Steam. Bahkan, judul game yang ditawarkan Steam jauh lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan Epic. Jika di Epic Games Store hanya menyediakan 2,000 games per 2022, Steam hadir dengan 50,000 (untuk sekarang mungkin jumlahnya lebih besar). Selain itu, berdasarkan Trusted Reviews, Steam tak hanya menyediakan pustaka game yang banyak secara kuantitas, namun juga secara fitur lebih membantu para games untuk mencari game yang sedang dicari.

Baca juga: 10 Rekomendasi Game FPS PC Ringan untuk Laptop/PC Kentang

Tak lama, Epic Games baru saja meluncurkan sebuah program bernama Now On Epic untuk para pengembang pihak ketiga dan publisher. Pada program ini, Epic akan meningkatkan persentase pembagian hasil keuntungan dari 88% ke 100% selama enam bulan pertama untuk produk eksklusif. Untuk bergabung di program ini, pengembang harus merilis setidaknya tiga game yang dirilis sebelum tanggal 31 Oktober 2023, dan masih ada di platform penjualan game digital lain. Atau, pengembang atau publisher game bisa membawa game-game lamanya yang masih hidup.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, dari dulu hingga sekarang, Epic Games Store masih kalah secara pengguna dibandingkan Steam. Platform yang pertama kali diluncurkan pada 2018 ini masih berusaha untuk menandingi Steam. Bahkan, Epic Games Store sering memberikan penawaran menarik dengan memberikan game-game AAA secara gratis. Bahkan, game-game AAA yang secara usia baru beberapa tahun sudah Epic berikan secara gratis. 

Selain itu, Epic sendiri juga telah melakukan layoff beberapa karyawannya. Mungkin dengan strateginya ini, Epic bisa semakin bertumbuh dan akhirnya Epic Games Store bisa menyaingi Steam. 


“Untuk sementara waktu, kami telah menghabiskan lebih banyak uang daripada yang kami peroleh, berinvestasi dalam evolusi Epic berikutnya dan mengembangkan Fortnite sebagai ekosistem yang terinspirasi oleh metaverse bagi para content creator,” ucap CEO Epic, Tim Sweeney, sewaktu terjadi layoff besar-besaran di Epic Games. “Saya sudah lama optimis bahwa kita bisa melewati transisi ini tanpa PHK, namun jika dipikir-pikir, saya melihat hal ini tidak realistis.”