AMD vs Intel: Di antara keduanya, Siapa yang Unggul?

Lintang Ayomi |

AMD vs Intel

Pertarungan AMD vs Intel kembali sengit beberapa belakangan ini. Terlebih ketika AMD menunjukkan taringnya melalui processor Ryzen-nya. Bagi yang bukan fanboy keduanya, tentu akan kebingungan memilih salah satunya ketika ingin merakit PC. Pasalnya, keduanya selalu memberikan performa dan juga penawaran baru di setiap produk barunya.

Berbeda dengan yang awam, para fanboy keduanya saling menyerang dan memamerkan keunggulan satu sama lain. Banyak yang bilang bahwa apabila ingin merakit gaming PC saja, AMD lebih tepat. Begitu juga sebaliknya, apabila ingin membuat PC untuk produktivitas, bangunlah PC dengan processor Intel. Benarkah begitu? Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas AMD vs Intel, agar kalian tidak terkecoh oleh pandangan terhadap keduanya selama ini. Yuk, simak!

AMD vs Intel: Mari Kita Kenali Keduanya!

Intel

AMD vs Intel: Processor Intel Core i9

Seperti yang kita ketahui selama ini, Intel bukanlah pemain baru di bidang teknologi. Perusahaan ini bahkan memulai kiprahnya di dunia teknologi dari tahun 1968. Nama Intel semakin dikenal berkat produknya berupa processor dengan nama Pentium di tahun 1993. Tak cuma Microsoft saja yang merevolusi industri teknologi informasi, dengan processor Pentium-nya ini, Intel juga mengubah “permainan” di industri ini. 

Berkat larisnya produk Pentium, akhirnya produk ini terus berlanjut seperti Pentium II, Pentium III, dan Pentium 4. Kemudian, di mana era single core sudah berakhir, Intel meluncurkan produk core gandanya, yakni Intel Core 2 Duo. Kecepatan processor dual core ternyata mampu memberikan decak kagum bagi penggunanya. Tak puas dengan performa dual core, Intel menghadirkan processor dengan jumlah core sebanyak 4 core. 

Baca Juga : 7 Monitor Gaming Terbaik untuk Solo dan Pro-Player!

Di tahun 2010, Intel membuka gerbang teknologi processor baru dengan seri Intel Core yang memiliki performa jauh dibandingkan Intel Core 2 Quad, meski juga sama memiliki 4 core. Di tahun 2017, era di mana processor untuk kebutuhan harian sudah ditenagai oleh jumlah core lebih dari 4 buah telah dibuka setelah AMD merilis processor Ryzen-nya. 

Karena hal tersebut Intel-pun tak ingin mengalah dalam persaingan ini. Maka dari itu, Intel memulainya dengan Intel Core i7 seri 8. 

AMD

AMD vs Intel Processor AMD Ryzen 5 3600

Meski bagi awam nama AMD atau Advanced Micro Devices kurang terdengar dibandingkan kompetitor abadinya, Intel, kiprahnya di dunia teknologi tidak bisa dianggap remeh. Brand yang memiliki headquarter di Santa Clara, California, Amerika Serikat ini, didirikan oleh seorang electrical engineer yang pernah bekerja sebagai eksekutif di perusahaan Fairchild Semiconductor bernama Walter Jeremiah Sanders (entah apakah beliau memiliki hubungan darah dengan pemilik waralaba restoran ayam terbesar atau tidak).

Setelah keluar dari perusahaan tersebut, Jeremiah Sanders atau dipanggil Jerry Sanders ini akhirnya mendirikan perusahaan konduktornya sendiri pada tahun 1969, setahun setelah Intel berdiri. Sebelum dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi processor, AMD merupakan perusahaan yang menjadi supplier pihak kedua dari microchip yang diproduksi oleh Fairchild dan National Semiconductor.

Di tahun yang sama ketika mereka berdiri, AMD memproduksi produk pertamanya Am9300 yang berupa shift register dengan sirkuit monolitik terintegrasi 4-bit yang kemudian mereka jual di tahun berikutnya. Setelah itu, di tahun 1971, AMD masuk ke pasar chip RAM dengan produknya Am3101. 

Ketika Intel membuat microprocessor utamanya di tahun 1971, AMD juga merancang microprocessornya yang bernama Am9080 dan Am2900. Di tahun 1981, Intel dan AMD membuat perjanjian pertukaran teknologi. 

AMD sendiri memiliki banyak seri processor yang secara performa mampu dibandingkan dengan Intel pada era 90an akhir dan 2000an. Akan tetapi, setelah Intel merilis Intel Core-nya, pamor AMD sempat surut. Banyak yang menganggap bahwa meski AMD Murah, suhu yang dihasilkan cenderung tinggi dan performanya tidak sebaik kompetitornya. Di bulan Februari tahun 2017, akhirnya AMD kembali menggebrak dunia teknologi melalui processor dengan microarchitecture Zen yang ditengarai memiliki performa kencang, suhu yang baik, dan juga konsumsi daya yang lebih efisien.

AMD vs Intel: Apa Perbedaan Keduanya

Struktur processornya

Perbedaan pertama dari kedua processor ini adalah dari segi strukturnya. Meski kalau dilihat dari atas tampilannya tidak ada perbedaan secara signifikan, secara teknologi keduanya berbeda. Apabila Intel menggunakan soket processor yang bernama LGA atau land grid array di mana di bagian processornya dibuat sederhana dan mendatar. Sementara, AMD hadir dengan sistem soket yang bernama PGA atau pin grid array dengan jarum kecil di processornya.

Kecepatan Transfer

Banyak yang beranggapan bahwa apabila membangun PC yang diperuntukkan untuk gaming, gunakanlah processor AMD. Pendapat tersebut memang ada benarnya. Pasalnya, AMD memiliki transfer file yang lebih cepat dibandingkan oleh pesaingnya. Namun, apabila kamu ingin memiliki PC dengan performa stabil, Intel bisa menjadi opsinya.

Performa APU

APU merupakan accelerating processing unit yang merupakan salah satu teknologi dari sebuah processor yang mampu mengolah grafik tanpa harus menggunakan GPU atau VGA card. Secara performa, processor AMD memiliki performa APU yang lebih unggul dibandingkan Intel ketika menjalankan game.

Nah, baru saja kami menjelaskan perbandingan AMD vs Intel. Menurutmu, apabila ingin merakit PC, processor mana yang akan kamu pilih?